Move On Secara Menyeluruh

9 May 2014

Istilah move on sudah menjadi tren terutama di kalangan anak muda sekarang. Makna dari kata move on itu sendiri adalah bergerak maju guna menggapai masa depan yang lebih baik. Seperti halnya dalam masalah percintaan. Di saat putus dari kekasih pujaan, janganlah lantas galau permanen, tidak mau makan, malas ini dan itu, akan tetapi tetap optimis bergerak maju, bertindak untuk memperoleh yang lebih baik di masa yang akan datang.

Indonesia sebagai sebuah bangsa yang besar, yang tidak luput dari berbagai masalah, harus tetap bangkit dan tetap optimis untuk menuju perubahan yang lebih baik. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu bangkit dari keterpurukan dan tetap berusaha untuk tetap move on. Usaha untuk selalu move on harus dilakukan oleh semua kalangan dan lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat di daerah perkotaan hingga masyarakat di daerah pedesaan terpencil yang notabene berwarga miskin dan tertinggal.

Untuk warga masyarakat perkotaan, move on terkesan lebih mudah jika dibandingkan dengan warga masyarakat desa terpencil, miskin dan tertinggal. Di saat kita semua yang tinggal di perkotaan bisa dengan mudah menikmati berbagai macam kemajuan teknologi yang tentunya memberikan dampak positif yang sangat besar bagi kehidupan kita, banyak warga desa dalam kondisi dhuafa atau miskin, terpencil dan tertinggal yang masih hidup serba kekurangan dalam berbagai macam bidang kehidupan seperti ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan.

Ketidakseimbangan ini tentu menjadi masalah yang tidak ringan dan memerlukan perhatian dari semua pihak, sehingga Indonesia move on bisa dilakukan secara menyeluruh di semua kalangan masyarakat baik perkotaan hingga masyarakat pedesaan terpencil, miskin dan tertinggal guna memenuhi amanat dari pancasila, sila ke 5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Desa Tasinifu sebagai Potret Kehidupan Warga Desa Miskin, Terpencil dan Tertinggal

Miskin, terpencil dan tertinggal serta jauh dari gemerlap dunia luar, adalah kata-kata yang cocok disematkan kepada desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, tepatnya 52 kilometer arah barat Kota Kefamenanu, ibukota Kabupaten TTU, daerah batas darat wilayah Republik Indonesia dengan Timor Leste dan Australia.

Desa Tasinifu merupakan salah satu dari sekian banyak daerah miskin, terpencil dan tertinggal yang ada di Indonesia dengan kehidupan serba terbatas dalam berbagai bidang kehidupan. Mulai dari keterbatasan dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan dan berbagai macam bidang kehidupan lainnya. Sangat mudah sekali buat kita untuk menemukan potret kehidupan keluarga-keluarga dhuafa atau miskin di desa ini.

Kehidupan warga desa Tasinifu sangatlah berbeda dengan kehidupan warga perkotaan. Di bidang kesehatan, banyak sekali anak-anak yang bertubuh kurus kering karena mengalami gizi buruk. Di saat kita sangat dengan mudah memperoleh berbagai fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit hingga posyandu serta berbagai pelayanan kesehatan lainnya, warga desa Tasinifu terpaksa menimbang dan imunisasi balita di bawah pohon tanpa fasilitas yang memadai.

ff1ce69410be8b6119852077ae6d6aba_rrmpoy8twf

Gambar 1

Bertani dan berternak adalah mata pencarian utama warga desa Tasinifu. Penghasilan yang mereka lakoni tidaklah cukup untuk menutupi biaya kehidupan mereka. Sangatlah miris, tidak sedikit orang di negeri kaya raya ini menghambur-hamburkan uang, akan tetapi warga desa Tasinifu harus membayar listrik menggunakan ternak seperti anjing, babi atau ayam sebagai pengganti uang. Hal ini terpaksa mereka lakukan demi sedikit penerangan di malam hari.

Setali tiga uang dengan masalah ekonomi dan kesehatan, masalah telekomunikasipun menjadi polemik. Sinyal ponsel adalah sesuatu yang sangat langka bagi warga desa Tasinifu. Sinyal terdapat hanya pada daerah tertentu saja. Hal ini disebabkan sangat kurangnya pembangunan jaringan dan penyediaan layanan jasa telekomunikasi. Bukit Cinta Oelbinose, adalah sebuah fakta yang hingga kini masih bisa dijumpai.

Untuk memperoleh sinyal ponsel, warga desa Tasinifu harus menuju sebuah bukit yang disebut Bukit Cinta Oelbinose. Bukit Cinta ini terletak di kawasan pegunungan Mutis, Oelbinose. Mulai dari orang tua hingga kawula muda harus mendaki Bukit Cinta demi memperoleh sedikit sinyal ponsel. Dikarenakan banyaknya kawula muda yang mengunjungi bukit tersebut, maka bukit tersebut terkenal dengan nama Bukit Cinta Oelbinose.

e2370ef8564dbe10e5ca3384c6583fc6_oelbonoose

Gambar 2

Sebuah perjuangan yang tidak ringan bagi warga desa Tasinifu yang harus bersusah payah menuju Bukit Cinta Oelbinose untuk memperoleh sedikit sinyal ponsel. Bahkan mereka tidak sempat untuk memikirkan berbagai macam tawaran sms gratis, paket menelpon murah hingga paket internet murah, yang ada di pikiran mereka adalah sinyal, asalkan mendapatkan sinyal, itu sudah cukup bagi mereka.

Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, mempunyai sumber cagar alam gunung Mutis yang luar biasa. Bahkan telah direkomendasikan oleh pemerintah sebagai daerah Suakamargasatwa. Sangat disayangkan, potensi sebesar ini tidak diketahui oleh orang banyak dikarenakan begitu banyaknya kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki oleh warga desa Tasinifu sehingga mereka tidak bisa mempromosikan kekayaan dan keindahan alam yang mereka miliki.

Deretan fakta-fakta di atas adalah potret kehidupan warga desa miskin, terpencil dan tertinggal. Dari fakta-fakta tersebut sangat sulit bagi mereka untuk bisa move on sendiri, jikapun mereka bisa, maka memerlukan proses yang sangat lama bahkan entah sampai kapan. Hasil yang akan diperolehpun kurang maksimal. Untuk menyikapi kondisi ini, apakah pemerintah, pihak swasta dan kita semua hanya tinggal diam saja, menjadi penonton kesulitan dan keterbatasan saudara-saudara kita untuk move on guna memperoleh kehidupan yang lebih layak? Jika hanya diam dan menjadi penonton, maka move secara menyeluruh akan sulit dicapai. Pemerintah, pihak swasta hingga para blogger haruslah melakukan hal yang bermanfaat guna mewujudkan Indonesia move on secara menyeluruh.

Solusi Agar Tercapainya Indonesia Move On Secara Menyeluruh

Berikut beberapa solusi guna membantu agar warga desa miskin , terpencil dan tertinggal bisa move on dan menikmati indahnya kemajuan di berbagai macam bidang kehidupan sehingga Indonesia Move On secara menyeluruh bisa dilaksanakan dan dicapai:

1. Jika Indonesia ingin move on, move on secara menyeluruh di seluruh lapisan masyarakat, maka Indonesia harus memiliki pemimpin yang baik. Mulai dari presiden, para elit politk hingga para ketua RT haruslah mampu menjadi pemimpin yang bisa melayani rakyat, mendengar keluhan penderitaan rakyat, dekat dan mau mendekat dengan rakyat serta mempunyai kemampuan bekerja secara jujur dan benar.

2. Meningkatkan infrastruktur desa

Peningkatan infrastruktur desa adalah cara yang mujarab guna meningkatkan kesejahteraan warga desa Tasinifu dan warga miskin, terpencil dan tertinggal lainnya yang ada di Indonesia. Seperti sarana jalan yang baik dapat membantu warga untuk berhubungan dengan pihak luar. Jalan yang baik dan mulus dapat mempermudah akses ekonomi masyarakat. Bukan rahasia umum lagi bahwa kondisi jalan menuju desa miskin, terpencil dan tertinggal masih buruk. Seperti kondisi jalan di desa Tasinifu yang berlubang dengan badan jalan yang hanya berlapiskan batu dan bercampur pasir sangat memerlukan uluran tangan pemerintah pusat dan daerah setempat. Apabila jalan memiliki kondisi yang prima, tentu akan mempermudah pihak luar untuk masuk ke daerah tersebut dan memberikan bantuan guna meningkatkan kesejahteraan warga.

2. Membangun sarana telekomunikasi yang baik

Telekomunikasi memiliki peranan penting dalam memajukan taraf hidup masyarakat. Berbagai aspek kehidupan masyarakat bisa berkembang pesat dengan adanya jaringan dan penyediaan layanan jasa telekomunikasi yang baik. Manfaat layanan telekomunikasi yang baik dapat meningkatkan kehidupan masyarakat di bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya. Taraf hidup warga akan meningkat. Aktifitas ekonomi, seperti jual beli, bisa berjalan lebih efisien. Biasanya warga desa Tasinifu dan warga desa miskin, terpencil dan tertinggal lainnya hanya mengandalkan kegiatan jual beli antar warga desa, dengan jaringan dan penyediaan layanan jasa telekomunikasi yang baik maka kegiatan jual beli akan menjadi lebih luas.

Telekomunikasi yang baik juga dapat memberi dampak positif dalam bidang pendidikan. Dengan adanya kualitas jaringan, sinyal dan layanan telekomunikasi yang maksimal, akan membuka akses ilmu pengetahuan yang lebih luas. Internet tidak lagi akan menjadi barang yang langka. BSE (Buku Sekolah Elektronik) juga akan menjadi bahan tambahan guna meningkatkan pendidikan masyarakat setempat agar tidak ketinggalan jauh dari warga perkotaan.

Peningkatan sarana dan jasa telekomunikasi bukanlah hal yang mudah. Mahalnya biaya pembangunan menara BTS (Base Transceiver Station) menjadi kendala umum bagi operator telekomunikasi guna membangun menara BTS di daerah terpencil seperti di desa Tasinifu. Dalam hal ini, kerja sama pihak swasta dan pemerintah sangat diperlukan guna memeratakan pembangunan secara menyeluruh.

3. Meningkatkan pelayanan kesehatan. Pemerintah, khususnya departemen kesehatan beserta jajarannya harus menjadi sahabat yang ramah dan legowo bagi warga miskin , terpencil dan tertinggal. Menyediakan berbagai macam fasilitas kesehatan seperti berobat gratis hingga kewajiban tersenyum manis dalam melayani warga yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan.

4. Mengoptimalkan kinerja dan peran Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM guna meningkatkan sumber daya manusia setempat. Misalnya dengan turun langsung kelapangan dengan memberikan layanan belajar gratis untuk warga setempat.

5. Peranan masyarakat luas juga sangat diperlukan. Dengan menyisihkan rezeki dalam bentuk zakat, infak dan sedekah yang disalurkan secara langsung atau melalui lembaga nirlaba yang terpercaya seperti Dompet Dhuafa.

6. Para ulama dan tokoh agama juga harus ikut serta dalam membantu untuk mewujudkan Indonesia move on. Mereka harus bisa berperan maksimal. Kita ketahui bahwa para ulama dan tokoh agama dapat memberikan arah serta haluan yang baik, mengingatkan bila ada suatu penyimpangan dan mampu memberikan pendidikan moral dan karakter yang benar.

7. Bantuan dari para blogger juga sangat diperlukan. Sebagai seorang blogger, kekuatan tulisan dapat dijadikan sebagai bukti rasa peduli dan kepekaan terhadap masalah sosial yang terjadi. Menuangkan ide, saran dan kritik yang bermanfaat serta penuh etika pada blog atau website, inilah salah satu langkah kongkrit yang dapat dilakukan oleh seorang blogger.

Semoga semua solusi di atas bermanfaat guna membantu warga desa miskin, terpencil dan tertinggal untuk bisa move on guna memperoleh kehidupan yang lebih layak. Sehingga keinginan Indonesia Move On bukan hanya bisa dilakukan dan dicapai oleh warga perkotaan saja, melainkan dapat dilakukan dan dicapai secara menyeluruh oleh semua lapisan masyarakat di berbagai macam bidang kehidupan.

Sumber:

http://otda.kemendagri.go.id/index.php/categoryblog/1521-beranda-depan-yang-harus-didandani

Gambar 1: http://daerah.sindonews.com/read/2013/05/30/27/744337/posyandu-rusak-balita-ditimbang-di-pohon-mangga.

Gambar 2: http://daerah.sindonews.com/read/2013/05/15/27/748976/cari-sinyal-telepon-4-ribu-warga-harus-datangi-bukit-ini.

Okezone. 2013. 4 Anak di Perbatasan Menderita Gizi Buruk. Terbit Tanggal 31 Mei 2013.

TribunNews. 2013. Warga Desa Bayar Listrik Pakai Ternak. Terbit tanggal 27 Februari 2013.


TAGS Indonesia Move On Citizen Journalism


Comment
-

Author

Follow Me